Analisis Kondisi Kemiskinan dan Potensi Penanggulangan Kemiskinan

Posted: Juni 15, 2011 in Uncategorized

Untuk memahami karakteristik kemiskinan di Desa Banjararum maka dilakukan pembahasan berikut:

 

2.1          Karakteristik Kemiskinan

2.1.1      Kondisi Lingkungan ( Sarana Prasarana )

Secara umum kondisi fisik lingkungan di Desa Banjararum  sudah cukup baik, Fasilitas umum diantaranya jalan kampong, selokan / drainase sebagian besar sudah cukup baik. Akan tetapi di beberapa wilayah RT masih memerlukan pembenahan bahkan pembangunan baru. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi jalan tersebut yang mengalami kerusakan. Selain hal tersebut, meskipun tingkat partisipasi masyarakat tinggi, dengan tingkat ekonomi warga di wilayah tersebut yang umumnya masih kurang, tentu saja pembenahan ataupun pembangunan sulit terealisasi.

Selain hal tersebut diatas, kondisi lain yang perlu perhatian serius adalah masih banyak warga yang tidak punya jamban keluarga sendiri dan menggunakan sungai sebagai pilihanya. Hal ini dapat berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar bantaran sungai pada umumnya yang rentan terkena penyakit diare.

Beberapa masalah lain yang terdapat di Desa Banjararum adalah kurang sadarnya warga yang membuang sampah disembarang tempat bahkan di selokan ataupun sungai. Hal ini menyebabkan saluran air (drainase) tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga air menggenang yang mengakibatkan bau tidak sedap bahkan hal ini dapat menimbulkan  penyakit menular akibat air yang meluap dan menggenang.

2.1.2      Pemukiman

Secara umum pemukiman warga miskin di Desa ini cukup memenuhi standar minim kesehatan, sebagian diantaranya sudah berdinding tembok, berlantai keramik meskipun ukurannya sempit. Ada beberapa warga miskin yang memang kondisi pemukimanya (rumah) kurang layak huni, Sebagian kecil rumah kurang layak huni ini masih berdinding kayu / gedek (Klonengan), lantai ada yang rabat bahkan ada yang masih tanah, bahkan ada yang mau roboh, dan perlu segera diperbaiki.

2.1.3    Kondisi Kesehatan

Secara umum pelayanan kesehatan warga miskin di Desa ini cukup baik, karena terdapat beberapa tempat pelayan kesehatan di wilayah Desa Banjararum seperti : Puskemas Pembantu, Dokter praktek, sehingga jangkaun pelayanannya mudah. Akan tetapi masalah yang dihadapi adalah biaya yang harus dikeluarkan khususnya bagi warga miskin dirasakan sangat memberatkan, sehingga masih memerlukan bantuan dalam memperoleh pelayananan kesehatannya.

2.1.1      Kondisi Pendidikan

Secara umum pendidikan warga miskin di Desa Banjararum  masih rendah, rata-rata KK mereka adalah lulusan SD. Yang lebih mengkhawatirkan adalah generasi berikut dari mereka, umumnya anak-anak mereka kesulitan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi karena ketiadaan biaya serta kesadaran akan perlunya pendidikan bagi anaknya cukup rendah, sehingga diantara  mereka terancam putus sekolah,  bahkan ada yang telah  putus sekolah.

Di daerah tertentu terdapat daerah kantong urbanisasi yang banyak ditemukan anak-anak tidak mendapatkan pendidikan dasar secara maksimal.

2.1.2      Kondisi Ekonomi ( Mata Pencaharian )

Sebagian besar mata pencaharian warga di sektor swasta, baik itu pegawai swasta, perdagangan, dan jasa, sehingga pencaharian mereka mudah terpengaruh oleh perekonomian dunia yang tidak menentu. Apalagi tradisi warga kita hidup tergantung kepada warga lainnya,  oleh karena itu melalui program ini diharapkan nanti warga dapat mandiri dan mengembangkan sektor-sektor swasta yang dapat mengembangkan perekonomiannya sesuai dengan  ketrampilan dan keahlian mereka masing-masing.

 

2.2          Potensi dan Sumberdaya

Di Desa Banjararum tidak begitu banyak terdapat potensi sumber daya alamnya, namun beberapa diantaranya berupa beberapa Ha areal persawahan yang masih tersisa di pinggiran Desa, selain itu aliran air sungai yang melintasi Desa Banjararum telah memberi manfaat begitu besar pada masyarakat.

Sumber Daya Manusia yang potensial adalah tenaga trampil dibidang masing-masing sesuai dengan keahlianya diharapkan nanti melalui program PJM PRONANGKIS memberikan sebagian keahlianya kepada warga lain yang membutuhkan terutama bidang pertukangan, permesinan, menjahit, memasak, dan lain-lain. Ada juga dibeberapa wilayah RT mampu melaksanakan swadaya warga untuk pembangunan jalan kampung, selokan atau penerangan, namun dibanyak wilayah lainya sangat susah dilakukan.

Banyaknya potensi lembaga masyarakat formal maupun informal yang sangat mendukung semua program yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Di wilayah beberapa RW dapat ditemukan industri kecil, namun belum bisa dijadikan unggulan untuk diangkat sebagai potensi sumber daya, karena masih berstatus perusahaan perorangan atau bersifat home industri yang belum menyerap tenaga kerja yang banyak atau menjadi bapak angkat perusahaan mikro di wilayah sekitar perusahaan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa sumber daya manusia akan timbul bila mereka mau belajar dan berusaha, melalui program ini diharapkan semua komponen masyarakat mendukung sepenuhnya, karena program ini masyarakat juga ikut menentukan melalui pemetaan swadaya yang dijadikan acuan bagi PJM PRONANGKIS untuk menentukan arah program yang akan dilaksanakan demi terciptanya masyarakat sejahtera.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s