Profil

PROFIL BKM

Nama BKM                 : Banjararum Aktif

Desa                            : Banjararum

Kecamatan                 : Singosari

Kabupaten/Kota          : Malang

Propinsi                       : JAWA TIMUR

Kategori BKM                         : Berdaya menuju Mandiri

  1. A.   Kondisi Umum dan Geografis

Desa Banjararum terletak di bagian utara dari wilayah Kabupaten Malang tepatnya di Kecamatan Singosari. Dengan luas 427.190 Ha, desa Banjararum dibagi menjadi 14 RW dan 78  RT dengan bata-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara                                           : Desa Watugede Kec. Singosari

Sebelah Selatan                                        : Kelurahan Bale Arjosari Kec. Blimbing

Sebelah Barat                                           : Desa Tunjungtirto Kec. Singosari

Sebelah Timur                                          : Desa Tirtomoyo Kec. Pakis

B. Kondisi Demografis

Sedangkan keadaan jumlah penduduk Desa Banjararum sebanyak 13.105 jiwa, Dengan perincian :

Laki-laki                                            : 6.597 Orang

Perempuan                                      : 6.508 Orang

Jumlah Kepala Keluarga                 : 3.250 KK

Mata pencaharian penduduk Banjararum sebagian besar bergerak dibidang perdagangan, pekerja industri swasta, dan sektor pertanian.

C. Proses Pembentukan BKM

BKM Banjararum Aktif dibentuk melalui Rembug Pembentukan BKM pada tahun 1999/2000. BKM telah mengalami pemilihan Keanggotaan Pimpinan Kolektif sebanyak 2 kali yaitu Periode Pertama 2007 dan sedangkan Pemilihan PK- BKM tahun Februari 2011. Dimana dalam rembug tersebut telah dibahas dan disepakati Visi, Misi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar BKM dan anggota BKM.

Visi BKM Banjararum Aktif adalah ;

Terciptanya landasan  ekonomi masyarakat yang kuat, lingkungan yang sehat dan sejahtera dengan memberdayakan potensi yang ada

Sedangkan Misinya adalah

  1. Membangun kembali dan menguatkan nilai-nilai sosial masyarakat: dapat dipercaya, jujur, adil, peduli serta ikhlas dalam membantu masyarakat miskin;
  2. Membangun usaha skala kecil masyarakat menuju kemandirian untuk bersaing dan mampu mengakses sumber daya ekonomi yang lebih luas;
  3. Membuka ruang-ruang kosong bagi partisipasi masyarakat dalam penaggulangan kemiskinan di wilayahnya;
  4. Memaksimalkan peran pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang “sadar orang miskin”;
  5. Meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita dan ibu hamil melalui program-program yang ada;
  6. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat melalui program bea siswa bagi warga yang terancam putus sekolah;

g.   Meningkatkan partisipasi perempuan melalui kesehatan, pendidikan dan layanan public lainnya.

Dalam rembug tersebut juga terpilih 9 orang sebagai anggota Pimpinan Kolektif BKM yang terdiri dari 7 pria dan 2 wanita dengan profesi dan latar belakang antara lain PNS, Guru, Pensiunan, wiraswasta/swasta dan ibu Rumah Tangga.

Koordinator BKM dipilih melalui voting tertutup oleh para anggota BKM terpilih secara periodik (bergantian) karena setiap anggota BKM memiliki peluang yang sama sebagai Koordinator BKM.

Selanjutnya BKM memfasilitasi Rembug Penyepakatan dan Penetapan Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) untuk masa berlaku 3 tahun dan Rencana Tahunan Program Penanggulangan Kemiskinan (Renta Pronangkis) untuk jangka waktu satu tahunan. Adapun PJM Pronangkis disepakati pada tanggal 6 Februari 2011.

 

D. Tridaya berorientasi IPM-MDGs dan Perkembangan KSM

 

Dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan yang telah dialokasikan sejak tahun 2007 sampai 2010 dan telah didistribusikan di desa/kelurahan ini sejumlah Rp. 230.000.00

Kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia dan KSM berbasiskan PJM Pronangkis yang berorientasi IPM-MDGs, yaitu Pembangunan Prasarana Lingkungan, Kegiatan Sosial (Pendidikan, Kesehatan) dan Pengembangan Ekonomi produktif.

  1. Kegiatan Prasarana lingkungan yang telah dilaksanakan pada tahun 2008 sebanyak 8 jenis kegiatan yang terdiri dari :

 

No Jenis Kegiatan Jml KSM Jumlah anggota KSM/Panitia Lokasi Pemanfaat Total Pembiayaan
L P (RT/RW) (KK miskin) Total Swadaya P2KP Sumber lain/APBD
1 Bantuan sarana & prasarana TK 1 6 1 TK At – Taqwa Rw 1, TK Halimah RW 2, TK Azazani Rw 11, TK Muslimat 24 RW 7 360 36,400,000 8,400,000 28,000,000
2 Pembangunan Paving Menuju Ke Sekolah 1 12 2 Rt 3 Rw 7 100 14,250,000 6,750,000 7,500,000
3 Pembangunan Gedung Posyandu 1 8 0 Rt 1 Rw 5 120 69,440,000 19,440,000 50,000,000
4 Paving 1 4 1 Rt 1 Rw 4 20 56,736,000 28,368,000 7,750,000
5 Pengadaan Air Bersih 1 4 1 Rw 1, 7, 8, dan 10 180 23,400,000 5,400,000 18,000,000
6 MCK Umum 1 4 1 Rt 1 Rw 9 18 26,650,000 6,150,000 20,500,000
7 Gorong-gorong 1 8 0 Rt 2,5 Rw 10 100 50,833,500 12,333,500 38,500,000
Total 7 46 6 898 257,091,500 86.841.500 131.750.000 38.500.000

 

Untuk kegiatan Lingkungan yang berorientasikan pada IPM-MDGs BKM berpatokan pada Program PNPM Mandiri Perkotaan

  1. Kegiatan Sosial (Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan SDM, dll) yang akan  dilaksanakan sebanyak 2 jenis kegiatan yang terdiri dari :

 

No Jenis Kegiatan Jml KSM Jumlah anggota KSM/Panitia Lokasi Pemanfaat Total Pembiayaan
L P (RT/RW) (KK miskin) Total Swadaya P2KP Sumber lain/APBD
1 Penyuluhan Kesehatan 1 2 4 Rw 5, 6, 11, 12, 13 150 7,200,000 2,200,000 5,000,000
2 Tabungan Siswa SD dan SMP 1 4 1 Rw 7 – 10 35 21,122,500 3,872,500 17,250,000
Total 2 6 5 185 29,322,500 6,072,500 22,250,000

 

3.  Kegiatan Ekonomi Produktif yang telah dilaksanakan sebanyak 0 jenis kegiatan yang terdiri dari :

E. Perkembangan BKM

Dalam penanggulangan kemiskinan, perkembangan BKM dapat ditinjau secara internal maupun secara eksternal. Secara internal BKM dilihat dari fasilitasi dalam proses pemberdayaan masyarakat, sedangkan secara eksternal BKM dilihat pembangunan jaringan dengan pemerintah stake holders, dan kelompok peduli.

 

E.1. Transparansi dan Akuntabilitas

BKM telah melaksanakan rembug tahunan dalam rangka pertanggungjawaban kinerja dan pelaksanaan amanah PJM Pronangkis kepada masyarakat secara rutin. LPJ terakhir dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2011 Dalam LPJ tersebut juga membacakan hasil audit dari auditor independent dengan kesimpulan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) (2009) Hasil Audit juga dibacakan dalam Rembug warga tahunan. Papan Pengumuman dipasang di berbagai titik untuk memudahkan control masyarakat, yang terletak di beberapa tempat ( 5 titik) strategis dan BKM masih memproses pembuatan laporan Pertanggungjawaban BKM kepada masyarakat juga diinformasikan kepada Pemerintah Daerah dengan menyampaikan laporan rutin melalui Lurah/Kades dan PJOK Kecamatan setelah proses penilaian akhir dari tim Audit Independent selesai.

E.2. Lembaga-lembaga yang Bermitra dengan BKM

Sebagai konsekuensi dari Organisasi Masyarakat Warga (Civil Society), BKM selain melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat kelurahan/desa juga melakukan kegiatan pembangunan jaringan melalui kegiatan kemitraan. Chanelling yang bermaksud untuk membagi peran (share) dalam penanggulangan kemiskinan telah dilakukan oleh BKM antara lain dalam kegiatan : peningkatan kesehatan bagi balita, ibu hamil dan peningkatan pengetahuan akan kesehatan bagi ibu hamil dan kader Posyandu bermitra dengan lembaga/dinas Puskesmas atau Posyandu Desa. Kemitraan ini dilaksanakan sejak bulan januari 2008 hingga tanggal sekarang selain itu BKM juga bermitra dengan lembaga Pendidikan (Sekolah) dimana, dana tabungan yang dialokasikan untuk siswas akan digunakan untuk membiayai pendidikannya, dan dikelola oleh sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s